Pesawat sederhana adalah peralatan sederhana yang biasa kita gunakan untuk mempermudah atau membantu manusia dalam melakukan kerja atau usaha kita sehari hari.
Lalu bagaimana pesawat sederhana dapat membantu pekerjaan kita? Berikut ini penjelasannya:
Pesawat sederhana dapat meningkatkan besar gaya angkat atau dorong pada suatu objek, contohnya tuas atau pengungkit.
Pesawat Sederhana dapat meningkatkan jarak untuk gaya dapat bekerja, contohnya bidang miring.
Pesawat Sederhana dapat mengubah arah gaya yang bekerja, contohnya kapak kayu.
Berikut ini adalah macam-macam pesawat sederhana:
Katrol
Roda
Bidang miring
Pengungkit
Katrol
Katrol adalah roda yang sekelilingnya diberi tali, biasa dipakai untuk mempermudah pekerjaan manusia untuk menarik beban. Katrol sendiri ada tiga macam:
Katrol tetap
Katrol bebas
Katrol majemuk
Pada katrol tetap, gaya kuasa yang dikeluarkan akan bernilai sama dengan berat bebannya. Contoh dari katrol tetap adalah tiang bendera dan sumur timba.
Pada katrol tetap keuntungan mekanis bernilai satu.
Pada katrol bebas katrol dapat berpindah tempat atau bergerak bebas saat digunakan. Contoh dari katrol bebas adalah alat-alat pengangkat peti kemas di pelabuhan.
Pada katrol bebas, gaya kuasa yang dikeluarkan untuk menarik bebannya bernilai setengah dari berat bebannya sehingga keuntungan mekanisnya bernilai 2.
Lalu katrol majemuk adalah gabungan dari katrol tetap dan katrol bebas. Contoh dari katrol majemuk adalah alat yang sering dipakai untuk mengangkat benda maupun alat-alat berat dalam perindustrian.
Keuntungan mekanis katrol majemuk sama dengan jumlah tali atau jumlah katrol yang digunakan untuk mengangkat benda tersebut.
Roda
Roda merupakan salah satu jenis pesawat sederhana yang menggunakan prinsip menghubungkan roda pada sebuah poros yang dapat diputar secara bersamaan.
Roda dapat memperkecil gaya yang dibutuhkan untuk menggeser suatu benda dengan meminimalkan gaya gesek. Untuk mencari keuntungan mekanis pada roda berporos dapat menggunakan rumus:
Bidang Miring
Bidang miring adalah pesawat sederhana yang berupa papan/bidang yang dibuat miring. Tujuannya adalah untuk memperkecil usaha saat memindahkan beban yang berat.
Kemudian untuk mencari keuntungan mekanis pada bidang miring dapat menggunakan rumus:
Pengungkit
Pengungkit yaitu pesawat sederhana yang dibuat dari sebatang benda yang keras (seperti balok kayu, batang bambu, atau batang logam) yang digunakan untuk mengangkat atau mencongkel benda.
Ada beberapa jenis pengungkit, yaitu:
Pengungkit jenis 1, dimana posisi titik tumpu berada di tengah-tengah beban dan kuasa. Contohnya gunting.
Pengungkit jenis 2, dimana posisi titik beban berada di tengah-tengah antara lengan kuasa dan titi tumpuk. Contohnya pembuka botol.
Pengungkit jenis 3, dimana posisi titik kuasa berada di tengah-tengah antara beban dan titik tumpu. Contohnya pemotong kuku.***
Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha. Energi dapat dikategorikan ke dalam:
Energi kinetik
Energi potensial
Energi mekanik
Energi Kinetik
Setiap benda yang bergerak pasti memiliki energi kinetik. Apabila kita tuliskan ke dalam sistematis akan menjadi seperti di bawah ini.
Rumus energi kinetik:
Apabila dihubungkan dengan usaha maka:
Di mana:
Energi Potensial
Energi potensial adalah energi benda akibat dari posisinya maupun bentuk dan susunannya. Pada energi potensial biasanya berhubungan dengan ketinggian. Apabila kita tuliskan secara sistematis akan menjadi seperti dibawah ini.
Rumus energi potensial:
Ep = m . g . h
Di mana:
Ep = energi potensial (Joule) m = massa benda (kg)
g = gravitasi bumi (9,8 m/s2)
h = ketinggian suatu benda (meter)
Apabila dihubungkan dengan usaha maka:
-
Di mana:
W = Usaha (Joule) ΔEp = Total Energi Potensial (Joule) m = massa benda (kg) g = gravitasi bumi (9,8 m/s2) Δh = ketinggian suatu benda (meter)
Energi Mekanik
Energi mekanik adalah gabungan dari energi kinetik dan potensial. Rumus energi mekanik: Em = Ep + Ek
Di mana:
Em = Energi mekanik Ep = Energi potensial Ek = Energi kinetik
sumber : https://www.medianekita.com/edukasi/2249737632/rangkuman-materi-ipa-kelas-8-smpmts-kurikulum-merdeka-bab-3-tentang-usaha-energi-dan-pesawat-sederhana?page=5
1. Memindahkan Benda Yang dilakukan oleh orang yang mengangkut hasil perkebunan dengan gerobak beroda adalah bentuk usaha. Di dalam sains, usaha adalah upaya untuk memindahkan suatu benda/beban pada jarak tertentu. Jika dirumuskan adalah sebagi berikut ;
W = F . s
Di mana:
W = Usaha (Joule) F = Gaya (Newton) s = Jarak perpindahan benda (meter)
2. Daya
Daya (P) atau dikenal juga dengan laju energi adalah besar total energi yang dipergunakan dalam setiap detiknya. Rumus daya adalah: P = W/t
Di mana:
P = Daya (Watt) W = Energi (Joule) t = selang waktu yang diperlukan (sekon)
Lambung akan bekerja secara efektif setiap empat jam sekali. Makan tidak teratur dapat menyebabkan makanan yang masuk ke tubuh tidak tercerna secara efektif.
Selain itu, makanan yang tidak dicerna dengan baik akan menyebabkan kembung karena makanan akan terfermentasi dalam lambung. Makan secara teratur juga membantu tubuh memperoleh asupan energi dan nutrisi.
2. Perhatikan Asupan Makanan
Memperhatikan kombinasi makanan yang serasi akan memudahkan untuk dicerna oleh organ tubuh. Sebaliknya, kombinasi yang tidak tepat akan membuat makanan susah dicerna dengan baik.
Jangan mengonsumsi buah dan sayur secara bersamaan, buah dan makanan sumber karbohidrat, buah dan makanan sumber protein, serta makanan sumber karbohidrat dengan makanan sumber protein.
3. Mengunyah Makanan dengan Baik
Mengunyah dengan baik dapat membantu kinerja enzim ptialin di dalam kelenjar ludah. Selain itu, mengunyah makanan dengan baik membantu dalam proses pencernaan.
Penting juga untuk memperhatikan cara makan. Jangan makan sambil berbicara karena dapat memperbanyak udara masuk ke rongga mulut sehingga menyebabkan kembung.
4. Makanlah Secukupnya
Jumlah makanan yang melebihi kapasitas dapat menyebabkan kinerja enzim di dalam tubuh menjadi tidak optimal. Hal tersebut mengakibatkan makanan juga tidak bisa dicerna secara optimal.
Makanan yang tidak tercerna secara optimal akan terfermentasi di dalam usus sehingga menyebabkan timbulnya gas dan perut menjadi kembung.
5. Jangan Berbaring Setelah Makan
Banyak orang yang merasa nyaman untuk tidur setelah makan. Padahal, berbaring setelah makan dapat menyebabkan pencernaan menjadi tidak optimal.
Makanan yang seharusnya dicerna di lambung justru akan kembali ke daerah kerongkongan dan menyebabkan rasa tidak nyaman ditengorokan. Maka itu, jika ingin tidur harus melakukannya setidaknya dua jam setelah selesai makan.
6. Perbanyak Konsumsi Makanan Tinggi Serat
Makanan tinggi serat seperti sayur dan buah dapat membantu proses pencernaan dalam tubuh. Makanan yang kaya serat juga dapat mencegah gangguan pencernaan, seperti konstipasi dan wasir.
7. Jangan Pernah Makan Sambil Minum
Makan sambil minum dapat mengurangi aktivitas cairan pencernaan sehingga proses pencernaan menjadi sulit. Makanan juga tidak tercerna secara optimal.
Jika ingin mengonsumsi makanan dengan banyak cairan seperti sup, maka bisa mengonsumsinya 15 menit sebelum mengonsumsi makanan padat.
8. Mengonsumsi Suplemen Prebiotik
Suplemen prebiotik akan memberikan bakteri baik yang ada dalam pencernaan meningkat sehingga bakteri jahat juga akan berkurang. Berbagai suplemen prebiotik di antaranya yoghurt, kimchi, tempe, dan sebagainya.
9. Kurangi Konsumsi Makanan yang Menimbulkan Gas
Makanan yang menimbulkan gas dapat membuat perut menjadi kembung. Perut kembung akan membuat tubuh tidak nyaman. Berbagai jenis asupan makanan yang dapat menimbulkan gas seperti kacang-kacangan, ubi, dan nangka.
10. Hindari Bumbu Masakan yang Terlalu Kuat
Bumbu masakan yang terlalu kuat, seperti rasa terlalu pedas dan terlalu asin, dapat mengakibatkan produksi asam lambung meningkat. Kondisi tersebut akan mengakibatkan lambung lebih rentan terhadap infeksi dan mengalami kerusakan/luka.
11. Mengurangi Makanan Pembentuk Asam
Makanan pembentuk asam bukanlah makanan yang terasa asam, tetapi makanan yang berpotensi menimbulkan keasaman dalam sistem pencernaan. Konsumsi makanan yang menimbulkan asam akan meningkatkan asam lambung sehingga lambung rentan terhadap luka.
Berbagai jenis makanan yang berpotensi menyebabkan asam adalah makanan sumber protein hewani dan berbagai jenis karbohidrat seperti gula dan tepung.
12. Tingkatkan Konsumsi Sayuran Hijau
Bagi yang memiliki masalah dengan asam lambung, bisa mengonsumsi sayuran hijau. Sayuran hijau dapat membantu menetralkan kondisi lambung yang asam.
Jika kondisi pH di lambung netral, kerusakan pada dinding lambung dan usus dapat dihindari. Sayuran hijau juga tinggi akan kandungan serat yang dapat membatu proses pencernaan dan mencegah konstipasi.
13. Minum Air Hangat
Usahakan jangan minum minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin. Minumlah air hangat yang dapat menyesuaikan suhu tubuh.
Minum minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin tidak baik untuk kesehatan lambung. Baik minuman terlalu dingin atau terlalu panas dapat membuat dinding lambung teriritasi.
Kemudian dalam jangka waktu lama akan menyebabkan kerusakan sehingga proses pencernaan di dalam lambung akan terganggu.
14. Kurangi Makanan yang Menimbulkan Alergi
Alergi makanan dalam sistem pencernaan akan menyebabkan perut menjadi kembung. Kurangi jenis-jenis makanan yang berpotensi menyebabkan sistem pencernaan mengalami alergi seperti laktosa pada susu karena beberapa orang tidak dapat mencerna laktosa pada susu.
15. Mengurangi Stres
Stres dapat meningkatkan produksi asam lambung pada dinding lambung sehingga dinding lambung rentan mengalami kerusakan. Maka itu hindari stres dengan cara melakukan aktivitas yang dapat membuat pikiran rileks.
Stres juga dapat membuat aliran darah tidak lancar sehingga penyerapan berbagai zat gizi dari makanan tidak optimal.
16. Hindari Merokok, Minum Kopi, dan Minum Alkohol
Rokok dan alkohol akan menyebabkan iritasi pada dinding lambung. Sedangkan kopi mengandung kafein. Kafein tersebut dapat menstimulasi produksi asam lambung sehingga lambung akan mudah terkena gangguan.
sumber : https://www.bola.com/ragam/read/4725509/cara-mencegah-gangguan-pada-pencernaan-jangan-anggap-sepele
Sistem pencernaan manusia berperan penting dalam memecah makanan menjadi nutrisi yang diserap tubuh untuk menghasilkan energi, pertumbuhan, dan perbaikan sel. Selain itu, sistem pencernaan juga berfungsi memilah dan membuang sisa makanan yang tidak dapat dicerna oleh tubuh.
Gangguan pencernaan adalah gangguan pada saluran pencernaan atau disebut juga saluran gastrointestinal. Saluran tersebut termasuk kerongkongan, hati, lambung, usus halus, usus besar, kantong empedu, dan pankreas. Beberapa jenis gangguan pencernaan dapat berlangsung singkat dan sembuh dengan perawatan rumahan, sementara kondisi lainnya dapat berlangsung lama dan mungkin membutuhkan bantuan dokter untuk mengatasinya. Adapun macam-macam gangguan pencernaan yang umum terjadi adalah sebagai berikut:
1. GERD
GERD atau gastroesophageal reflux disease adalah jenis gangguan pencernaan yang terjadi saat asam lambung naik menuju kerongkongan. Hal tersebut disebabkan oleh melemahnya katup atau sfingter bagian bawah kerongkongan. Normalnya, katup ini akan menutup setelah makanan masuk ke lambung. Namun, pada penderita GERD katup tersebut tidak bisa menutup dengan sempurna sehingga membuat asam lambung naik ke kerongkongan.
GERD dapat menyebabkan penderitanya mengalami sensasi terbakar di dada, nyeri dada, kesulitan menelan, mual, muntah, dan batuk. Diagnosis penyakit GERD dapat dilakukan melalui pemeriksaan esofagogastroduodenoskopi. Kemudian, untuk mengatasinya Anda pun perlu mengubah gaya hidup dan pola makan, termasuk:
Makan makanan dengan porsi yang lebih kecil
Tidak langsung berbaring setelah makan
Menghindari makanan pedas, berlemak, asam, dan kafein
Meninggikan kepala saat tidur
Konsultasikan dengan dokter tentang penggunaan antasida atau obat penghambat asam
2. Tukak Lambung
Tukak lambung merupakan luka yang terjadi pada dinding lambung. Jenis gangguan pencernaan ini disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori atau efek samping penggunaan obat pereda nyeri dalam jangka panjang.
Ciri umum tukak lambung meliputi kembung, mual dan muntah, feses berwarna gelap, penurunan berat badan yang tak diketahui penyebabnya, serta hilangnya nafsu makan.Untuk melakukan diagnosistukak lambung lebih lanjut dapat dilakukan pemeriksaan esofagogastroduodenoskopi.
3. Batu Empedu
Batu empedu merupakan contoh gangguan pencernaan yang terjadi akibat cairan empedu mengandung terlalu banyak kolesterol dan limbah sisa metabolisme. Gangguan ini juga dapat terjadi jika pelepasan empedu mengalami hambatan. Gejala pada batu empedu meliputi:
Nyeri kolik
Radang kantung dan saluran empedu
Ikterus atau jaundice (penyakit kuning)
Adapun faktor risiko terjadinya batu empedu bisa terjadi pada seseorang dengan kondisi:
Gemuk
Berusia lebih dari 40 tahun
Perempuan
Usia subur
Tidak mampu memecah dan menyerap makanan berlemak
Sering buang angin
Batu yang terdapat di dalam kantung empedu bisa menyebabkan nyeri hebat di bagian perut kanan atas. Kondisi ini dapat diatasi dengan obat-obatan hingga operasi.
4. IBS
IBS atau Irritable Bowel Syndromeadalah sekumpulan ciri-ciri gangguan pencernaan, termasuk sakit perut dan perubahan buang air besar yang setidaknya terjadi tiga kali per bulan selama tiga bulan berturut-turut. Gejala lainnya ialah kembung, diare, sembelit, dan munculnya lendir pada feses.
Gejala tersebut belum diketahui pasti apa penyebabnya. Namun, faktor-faktor tertentu seperti infeksi bakteri pada saluran cerna, kondisi kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, stres, serta konsumsi makanan tertentu diduga berkaitan dengan terjadinya IBS. Penanganan IBS dapat dilakukan dengan beberapa cara di bawah ini:
Menghindari makanan yang memicu gejala
Mengurangi stres
Makan dalam porsi kecil, mengonsumsi lebih banyak serat
Olahraga secara teratur dan istirahat cukup
5. IBD
Inflammatory Bowel Disease atau IBD adalah kondisi peradangan yang berlangsung lama di saluran pencernaan. Dua jenis paling umum dari IBD yaitu penyakit Crohn dan kolitis ulseratif. Jenis gangguan pencernaan berikut dapat menyebabkan iritasi dan pembengkakan, diare, sakit perut, kehilangan nafsu makan, demam, serta penurunan berat badan.
Adapun penyebab IBD sendiri belum diketahui secara pasti. Namun, respons sistem kekebalan yang tidak biasa diduga menjadi pemicunya. Selain itu, respons virus, bakteri, dan alergi kemungkinan juga memicu terjadinya peradangan. IBD dapat didiagnosis melalui pemeriksaan kolonoskopi & pemeriksaan laboratorium fecal calprotectin dan dapat diatasi tergantung pada penyebabnya. Perawatan khusus seperti obat-obatan diperlukan untuk:
Mengurangi peradangan
Memblokir respons kekebalan
Mengobati atau mencegah infeksi
Mengobati diare parah
Mengelola nyeri ringan tanpa obat antiinflamasi non-steroid (NSAID)
Dokter mungkin akan menyarankan Anda mengikuti diet rendah serat bila Anda rentan terhadap diare, atau menghindari produk susu jika Anda memiliki intoleran terhadap laktosa.Namun,adakalanya pembedahan juga diperlukan untuk mengobati komplikasi seperti obstruksi usus atau abses.
6. Diare
Jenis gangguan pencernaan berikutnya adalah diare. Seseorang dikatakan menderita diare apabila mengalami peningkatan frekuensi buang air besar lebih dari tiga kali dalam sehari disertai tekstur feses yang lebih cair. Adapun penyebab gangguan pencernaan ini bermacam-macam, seperti infeksi rotavirus atau bakteri, efek samping obat, serta perubahan pola makan. Selain peningkatan frekuensi BAB, beberapa gejala diare lainnya termasuk kram perut, demam, mual, kembung, hingga adanya darah pada tinja.
Diare dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Sebenarnya jenis gangguan pencernaan ini sangat mudah diobati, namun pada kasus diare parah yang tidak segera ditangani bisa berakibat fatal, khususnya pada anak-anak. Penderita diare membutuhkan obat yang bermanfaat untuk menggantikan cairan dan elektrolit tubuh yang hilang.
7. Konstipasi atau Sembelit
Konstipasi atau sembelit adalah kondisi saat seseorang sulit atau jarang buang air besar. Apabila Anda buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu, maka kemungkinan Anda mengalami sembelit. Adapun gejala utamanya adalah tekstur feses keras. Di samping itu, ciri-ciri gangguan pencernaan ini antara lain:
Mengejan saat buang air besar
Merasa seperti ada penyumbatan di rektum sehingga feses sulit dikeluarkan
Merasa tidak tuntas setelah buang air besar
Memerlukan bantuan untuk mengeluarkan feses, misalnya menggunakan jari tangan atau menekan perut
Sembelit bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari kurangnya konsumsi makanan berserat, kurang minum air, hingga pengaruh obat-obatan seperti antasida atau obat antiinflamasi non-steroid. Selain itu, penyebabnya juga bisa dari intralumen seperti feses yang keras ataupun tumor. Sedangkan penyebab dari ekstralumen bisa karena pendesakan lumen usus oleh massa organ lain. Memperbanyak asupan serat, cairan, dan olahraga akan membantu mengatasi kondisi ini. Anda juga dapat mengonsumsi obat pencahar atau pelunak feses sebagai solusi sementara.
8. Wasir atau Hemoroid
Wasir atau hemoroid merupakan salah satu dari macam-macam gangguan pencernaan yang lebih sering dialami oleh orang di atas usia 50 tahun. Ini merupakan contoh gangguan pencernaan yang terasa menyakitkan dikarenakan pembuluh darah di saluran anus mengalami pembengkakan.
Wasir dapat menimbulkan gejala seperti nyeri dan gatal pada anus serta keluarnya darah saat BAB, bahkan kadang juga bisa membuat penderitanya sulit duduk. Penyebab utama wasir yaitu sembelit kronis dan kehamilan. Sementara mengejan saat BAB, duduk di toilet dalam waktu lama, dan diare kronis merupakan kemungkinan penyebab lainnya.
Cara mengatasi wasir untuk derajat awal bisa dengan perubahan gaya hidup seperti mengonsumsi banyak cairan dan makanan berserat serta obat-obatan. Namun, jika sudah memasuki stadium lanjut, maka dibutuhkan tindakan operasi.
9. Penyakit Divertikular
Penyakit ini termasuk divertikulosis atau terbentuknya kantong kecil di dinding usus besar dan divertikulitis atau ketika kantong tersebut mengalami peradangan. Anda mungkin akan merasakan kembung, mencret, atau nyeri di perut bagian bawah.
Penyebab gangguan pencernaan ini masih belum diketahui secara pasti, namun diduga hal itu berkaitan dengan gen. Faktor lainnya meliputi kurangnya aktivitas fisik, penggunaan NSAID dan steroid, serta memiliki kondisi yang melibatkan dengan sistem imun.
sumber : https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/9-macam-gangguan-pencernaan-penyebab-dan-cara-mengobatinya
Fungsi utama sistem pencernaan yakni membantu suplai nutrisi ke dalam tubuh, yang diperoleh dari asupan makanan atau minuman sehari-hari yang dikonsumsi.
Nutrisi yang diambil dari makanan, nantinya dapat memaksimalkan kinerja tubuh secara menyeluruh. Mulai dari memperbaiki sel-sel, regenerasi kulit, hingga sumber energi tubuh.
Tak hanya itu, dengan sistem pencernaan ini manusia bisa membuang zat-zat berbahaya atau limbah yang sudah tidak diperlukan tubuh dalam bentuk feses.
Organ Sistem Pencernaan Manusia
Sistem pencernaan manusia melibatkan berbagai macam organ-organ di dalam tubuh, yang dimulai dari mulut hingga anus.
Berikut organ pencernaan manusia dan masing-masing fungsinya :
1. Mulut
Di dalam mulut manusia tersusun atas gigi, lidah, air liur, dan kelenjar ludah, yang berfungsi menjalankan proses mekanik dan kimiawi dari makanan supaya bisa masuk ke pencernaan.
2. Kerongkongan (esofagus)
Kerongkongan adalah saluran penghubung antara mulut dan lambung. Di kerongkongan ini, semua minuman atau makanan yang sudah dikunyah akan melaju menuju lambung.
3. Lambung (ventrikulus)
Lambung adalah kantung yang terletak di rongga perut sebelah kiri. Lambung berfungsi memecah makanan agar berubah menjadi seperti bubur. Di dalam lambung, makanan akan bercampur dengan zat asam dan enzim.
4. Usus halus
Usus halus atau usus kecil adalah bagian terpanjang di saluran pencernaan manusia. Peran usus halus yaitu memecah sekaligus menyerap nutrisi dari makanan yang dikonsumsi.
Usus halus terdiri atas tiga bagian, yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerap (ileum).
5. Usus besar (kolon)
Usus besar mempunyai panjang sekitar 5-6 meter yang terdiri atas tiga bagian yaitu sekum, kolon, dan rektum.
Sisa makanan yang tidak diserap di usus halus secara perlahan bergerak menuju usus besar dan menjadi feses. Usus ini adalah bagian terakhir atau ujung dari sistem pencernaan.
6. Rektum
Rektum atau disebut juga poros usus merupakan bagian akhir dari usus besar. Rektum menjadi penghubung antara usus besar dengan anus.
Organ ini berguna untuk menampung feses dari usus besar, sampai tiba saatnya dikeluarkan tubuh lewat anus.
7. Anus
Anus adalah lubang tempat saluran pencernaan berakhir, yang menjadi jalan keluarnya feses dari dalam tubuh. Apabila feses telah siap dibuang, maka otot sfingter akan mengatur pembukaan dan penutupan anus.
Cara Kerja Sistem Pencernaan Manusia
Berikut urutan dari cara kerja sistem pencernaan manusia, mulai dari mulut sampai berakhir di anus.
1.Manusia mengonsumsi minuman dan makanan, lalu dimasukkan ke dalam mulut untuk dikunyah dan dihancurkan oleh gigi.
2.Setelah selesai dikunyah, makanan tersebut ditelan dan masuk ke dalam kerongkongan dengan gerakan peristaltik yaitu seperti diremas-remas.
3.Makanan mulai masuk ke lambung. Di tempat ini, makanan kembali dihaluskan dengan gerakan otot-otot lambung dan diproses secara kimiawi.
4.Hasil pecahan makanan dari lambung selanjutnya masuk ke usus halus untuk disaring kembali, yaitu memisahkan antara nutrisi dari makanan dan zat sisa.
5.Setelah nutrisinya diambil, sisa-sisa makanan menuju usus besar dan mengalami pembusukan dan berubah menjadi feses.
6.Feses terdorong secara lambat dan teratur oleh gerakan peristalsis dan disimpan ke dalam rektum sebelum dikeluarkan lewat anus.
7.Selanjutnya, muncul kontraksi otot dinding perut yang diikuti dengan mengendurnya otot sfingter anus dan kontraksi kolon serta rektum. Akibatnya, feses terdorong keluar lewat anus.
sumber : https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20230308210717-569-922668/sistem-pencernaan-manusia-organ-fungsi-dan-cara-kerjanya
Karbohidrat merupakan senyawa kimia yang berbentuk pati, serat, dan glukosa serta dibutuhkan oleh tubuh sebagai zat gizi makro (utama).
Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh yang diperoleh melalui glukosa (gula). Pati dan gula merupakan senyawa yang sama-sama menghasilkan glukosa. Namun, pati lebih sulit dicerna dan diserap oleh aliran darah.
Sebelum dicerna, pati harus diuraikan dahulu hingga berbentuk glukosa. Sementara gula lebih mudah dicerna dan mengalir di dalam darah. Lantas, apa manfaat glukosa yang terkandung di dalam karbohidrat?
Glukosa yang ada di dalam tubuh akan disimpan sebagai cadangan energi dalam bentuk glikogen (gula otot). Saat beraktivitas, tubuh membutuhkan energi yang lebih banyak.
Oleh sebab itu, glikogen akan dipecah oleh tubuh sebagai sumber energi. Nah, berikut ini beberapa zat makanan yang berperan sebagai sumber energi dalam bentuk karbohidrat, Quipperian.
a. Nasi
Nasi merupakan sumber karbohidrat yang umum dikonsumsi oleh orang-orang di Asia. Nasi memiliki kandungan glukosa yang cukup tinggi. Oleh sebab itu, seseorang yang menderita diabetes dilarang untuk mengonsumsi nasi dalam jumlah banyak. Nasi tersusun atas senyawa pati, gula, dan sedikit serat.
b. Jagung
Jagung merupakan sumber karbohidrat yang memiliki kandungan serat cukup banyak. Selain serat, jagung mengandung antioksidan dan vitamin C untuk membunuh radikal bebas di dalam tubuh.
c. Kentang
Kentang merupakan sumber karbohidrat yang umum dikonsumsi oleh orang-orang Amerika dan Eropa. Mereka biasa mengolah kentang dengan cara dihaluskan sebagai pendamping steak atau lainnya.
d. Umbi-umbian
Umbi-umbian merupakan sumber karbohidrat yang mudah sekali ditemukan di berbagai belahan negara. Contoh umbi-umbian adalah ubi jalar, singkong, serta talas.
Kandungan karbohidrat pada satu buah ubi yang sudah dimasak adalah 18-21%. Kadar pati dalam ubi cukup banyak, sehingga biasa dijadikan sebagai tepung, misalnya tepung mocaf dari ubi jalar serta tepung tapioka dari singkong.
e. Sereal
Bagi orang Indonesia, sereal bukanlah makanan pokok. Namun, bagi orang-orang Amerika maupun Eropa, sereal merupakan makanan pokok yang biasa dikonsumsi saat sarapan. Sereal merupakan sumber karbohidrat yang berasal dari gandum.
f. Quinoa
Quinoa merupakan sumber karbohidrat yang bebas gluten. Quinoa ini biasa dikonsumsi oleh penderita celiac yang alergi terhadap gluten. Kandungan karbohidrat yang terkandung di dalamnya adalah 21,3%.
2. Sumber protein
Protein adalah senyawa kimia yang berperan sebagai zat pembangun di dalam tubuh. Protein merupakan penyusun utama enzim, hormon, serta molekul penting lain di dalam tubuh.
Protein dibentuk oleh susunan asam amino. Asam amino tersebut berperan sebagai pembangun maupun sumber energi. Namun, kadar energi dalam asam amino jumlahnya lebih rendah daripada glukosa.
Secara umum, protein dibagi menjadi dua yaitu protein hewani dari hewan dan protein nabati dari tumbuhan. Adapun zat makanan yang berfungsi sebagai energi dalam bentuk protein adalah sebagai berikut.
a. Telur
Telur merupakan sumber protein hewani yang mudah untuk ditemukan. Bukan hanya telur ayam, telur puyuh pun merupakan sumber protein hewani yang tinggi, lho. Selain protein, telur juga mengandung folat, vitamin C, serta zat mikro lainnya.
b. Daging
Daging juga merupakan sumber protein yang baik bagi tubuh. Kandungan protein terbaik dimiliki oleh daging putih seperti daging ayam tanpa kulit.
c. Susu
Susu memiliki kandungan protein cukup baik bagi tubuh. Susu bisa diolah menjadi bahan makanan lain, seperti keju, yoghurt, krim, dan lainnya.
d. Ikan
Ikan merupakan produk laut yang memiliki kandungan protein sangat baik bagi tubuh. Selain protein, ikan juga mengandung omega 3 yang baik untuk kesehatan serta kecerdasan.
e. Kacang-kacangan
Siapa di antara Quipperian yang suka kacang-kacangan, misalnya saja kacang kedelai, kacang tanah, kacang kapri, dan kacang lainnya? Ternyata, kacang memiliki kadar protein yang cukup baik bagi tubuh. Oleh sebab itu, Quipperian harus tetap rutin mengonsumsinya sesuai kebutuhan.
3. Sumber lemak
Lemak merupakan senyawa kimia yang berbentuk asam lemak serta trigliserida. Kandungan energi yang tersimpan di dalam lemak lebih besar daripada karbohidrat dan protein. Itulah mengapa lemak bisa menjaga keseimbangan energi di dalam tubuh.
Namun, jika konsumsi lemak terlalu berlebihan bisa memicu terjadinya obesitas. Selain sumber energi, lemak juga berperan sebagai pelarut vitamin A, D, E, dan K. Berikut beberapa makanan yang berfungsi sebagai sumber energi bentuk lemak.
a. Minyak
Minyak merupakan senyawa yang tidak bisa larut di dalam air. Minyak banyak mengandung gliserida dan asam lemak. Jika terlalu banyak mengonsumsi minyak bisa memicu peningkatan kolesterol.
b. Selai kacang
Selai kacang merupakan salah satu sumber lemak yang cukup baik bagi tubuh. Namun, jangan sampai berlebihan dalam mengonsumsinya, ya.
c. Alpukat
Alpukat dikenal sebagai lemak baik. Hal itu karena alpukat bisa menjaga kadar kolesterol baik di dalam tubuh. Kandungan lemak dalam satu buah alpukat adalah 15 gr dan 50 kalori.
d. Butter (mentega)
Butter biasa digunakan dalam proses pembuatan kue, memanggang ikan, steak, dan sebagainya. Butter berasal dari susu sapi yang dipadatkan menggunakan alat pengaduk. Jika dipanaskan, butter bisa meleleh seperti minyak.
sumber : https://www.quipper.com/id/blog/mapel/biologi/makanan-sumber-energi/